Latihan Militer Super Garuda Shield Ditutup dengan Latihan Tembak
| Super Garuda Shield Ditutup dengan Latihan Tembak |
Latihan Gabungan Super Garuda Shield (SGS) 2025 resmi ditutup pada Kamis, 4 September 2025, dengan upacara serentak di Jakarta dan Baturaja, Sumatera Selatan. Penutupan ini menandai berakhirnya latihan militer multinasional yang melibatkan sekitar 6.500 personel dari 13 negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Inggris.
Puncak dari latihan ini adalah Live Fire Exercise (LFX) yang berlangsung di Baturaja pada 3 September 2025. Latihan tembak langsung ini melibatkan berbagai sistem persenjataan canggih, termasuk roket dari sistem HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) milik AS, tembakan mortir 60 LR, serta serangan udara dari helikopter AH-64 Apache. Salah satu momen penting adalah peluncuran perdana rudal FIM-92 Stinger oleh Divisi Lintas Udara ke-11 AS di Indonesia.
Wakil Komandan Kodiklat TNI, Marsda TNI Bambang Gunarto, yang memimpin upacara penutupan, menyampaikan apresiasi atas semangat dan profesionalisme seluruh peserta. Beliau menekankan bahwa latihan ini tidak hanya meningkatkan interoperabilitas militer, tetapi juga memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa
Super Garuda Shield 2025 juga menjadi ajang diplomasi budaya, dengan berbagai kegiatan yang mempererat kerja sama antarnegara peserta. Latihan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik