Cuaca Ekstrem Picu Banjir Parah di Sumatera, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
| Cuaca Ekstrem Picu Banjir Parah di Sumatera, BMKG Keluarkan Peringatan Dini |
Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Sumatera, menyebabkan banjir parah di sejumlah provinsi. BMKG menyatakan bahwa intensitas hujan meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir akibat anomali cuaca, sehingga debit sungai meluap dan memicu genangan besar di permukiman warga. Kondisi ini membuat BMKG segera mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat di wilayah rawan bencana.
Hujan Turun Tanpa Henti Selama Beberapa Hari
Menurut BMKG, fenomena Monsun Asia dan anomali suhu permukaan laut menjadi pemicu utama intensitas hujan yang tidak biasa. Hujan deras berlangsung hampir tanpa jeda, terutama di:
-
Sumatera Barat
-
Sumatera Utara
-
Riau
-
Aceh
-
Jambi
Beberapa daerah mengalami curah hujan lebih dari 200 mm per hari, angka yang masuk kategori ekstrem dan berpotensi memicu banjir bandang maupun longsor.
Wilayah Terdampak Mulai Terendam
Sejumlah kota dan kabupaten kini dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Beberapa titik bahkan mencapai lebih dari 1,5 meter, memaksa warga naik ke lantai dua atau mengungsi ke tempat aman.
Daerah yang paling terdampak meliputi:
-
Padang dan Pesisir Selatan (Sumatera Barat)
-
Langkat dan Deli Serdang (Sumatera Utara)
-
Aceh Besar dan Aceh Singkil
-
Beberapa kecamatan di Jambi dan Riau
Jalanan utama, fasilitas umum, hingga pusat perbelanjaan mulai lumpuh akibat tingginya genangan air.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Melihat kondisi cuaca yang terus memburuk, BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa:
-
Potensi hujan sangat lebat disertai angin kencang
-
Risiko banjir susulan dan banjir bandang
-
Bahaya longsor di wilayah perbukitan
-
Imbauan untuk menghindari daerah aliran sungai
BMKG mengingatkan warga agar selalu memantau informasi resmi dan tidak melakukan aktivitas di sungai atau tepi pantai selama cuaca ekstrem berlangsung.
Warga Mulai Dievakuasi
Tim SAR bersama TNI, Polri, dan relawan telah mengevakuasi ratusan warga yang terjebak banjir. Banyak warga yang mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena air naik sangat cepat.
Posko pengungsian yang disiapkan pemerintah kini mulai dipadati, terutama oleh:
-
Anak-anak
-
Lansia
-
Ibu hamil
-
Penyandang disabilitas
Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan terus disalurkan.
Kerusakan Infrastruktur Mulai Terlihat
Banjir yang berlangsung beberapa hari juga merusak berbagai infrastruktur penting, seperti:
-
Jalan dan jembatan
-
Saluran irigasi
-
Gardu listrik
-
Bangunan sekolah dan puskesmas
Sejumlah jembatan dilaporkan ambruk akibat derasnya arus air.
BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut
BMKG memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih akan terjadi dalam 3–5 hari ke depan. Masyarakat diminta:
-
Tetap waspada terhadap hujan deras mendadak
-
Tidak berada di kawasan rawan banjir
-
Siaga menghadapi banjir susulan
-
Menyiapkan dokumen penting dan barang darurat