Serangan Drone Rusia di Ukraina: Zelensky Kutuk Aksi sebagai Terorisme
| Serangan Drone Rusia di Ukraina: Zelensky Kutuk Aksi sebagai Terorisme |
Situasi perang di Ukraina kembali memanas setelah dramatisnya serangan drone Rusia yang menargetkan infrastruktur sipil, termasuk kereta penumpang dan kota-kota besar, dalam beberapa hari terakhir. Aksi ini mendapat kecaman tajam dari pemerintah Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelensky, yang mengecam serangan tersebut sebagai aksi terorisme.
Kereta Penumpang Jadi Sasaran Serangan
Menurut jaksa di Ukraina, sejumlah drone Rusia menghantam sebuah kereta penumpang di wilayah Kharkiv, menewaskan lima orang dan menyebabkan kereta terbakar di tengah musim dingin yang keras. Serangan itu tidak hanya menewaskan penumpang, tetapi juga melukai warga sekitar rute kereta.
Presiden Zelensky secara tegas menyatakan bahwa menyerang kereta sipil dan warga yang tidak bersenjata adalah terorisme, karena tidak ada justifikasi militer yang sah untuk menargetkan warga sipil yang sedang dalam perjalanan. Ia menyebut bahwa dalam situasi apapun, serangan semacam itu akan dipandang sebagai bentuk teror oleh dunia internasional.
Serangan Berlanjut di Beberapa Kota
Selain target kereta, serangan drone Rusia juga terus menyasar berbagai kota termasuk Odesa, Kharkiv, Kyiv, dan Zaporizhzhia. Dalam rangkaian serangan tersebut:
-
Setidaknya tiga warga tewas dan puluhan lainnya luka di Odesa, termasuk perempuan hamil dan anak-anak, akibat gempuran drone yang menghantam jaringan listrik dan bangunan sipil.
-
Di wilayah Kyiv dan sekitarnya, warga sipil dilaporkan tewas atau terluka akibat rudal dan drone yang menghantam gedung-gedung tempat tinggal dan infrastruktur penting.
-
Beberapa fasilitas infrastruktur seperti pelabuhan, sistem listrik dan fasilitas publik rusak parah setelah serangan udara.
Kecaman dari Pemerintah Ukraina
Presiden Zelensky dan pejabat senior pemerintah Ukraina mengecam serangan ini sebagai aksi teror terhadap warga sipil, menyerukan dunia untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia serta mempercepat dukungan pertahanan dan diplomatik untuk Ukraina. Zelensky menekankan bahwa target serangan yang jelas-jelas tidak bersifat militer merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Menurut pejabat Ukraina, serangan drone ini merupakan bagian dari kampanye militer Rusia yang lebih luas dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2022, di mana infrastruktur sipil dan fasilitas publik sering menjadi sasaran, terutama di musim dingin untuk memperlemah ketahanan dan semangat masyarakat Ukraina.
Dampak Situasi dan Respons Internasional
Serangan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan konflik, termasuk pembicaraan yang difasilitasi pihak ketiga. Namun, aksi militer yang terus berlangsung telah memperumit proses diplomasi dan memperburuk situasi kemanusiaan di lapangan.
Selain itu, pihak berwenang Ukraina terus meningkatkan sistem pertahanan udara untuk menahan gelombang serangan drone dan rudal, sementara masyarakat sipil menghadapi tantangan besar terkait keamanan, pemulihan layanan dasar, dan perlindungan hidup sehari-hari.
Serangan drone Rusia yang menewaskan warga sipil serta menghantam kereta penumpang dan infrastruktur fundamental memicu kecaman keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menyebutnya sebagai terorisme. Aksi ini memperkuat tekanan internasional agar konflik diperhatikan secara serius dan menambah urgensi dukungan global terhadap Ukraina.